Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Ash Shiddiq bersama Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan menjalin silaturahim kelembagaan dengan Binus University Medan pada Selasa (9/6/2026). Pertemuan yang berlangsung di kawasan Podomoro City Deli Medan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring pendidikan sekaligus menjajaki berbagai peluang kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi berbasis digital.
Rombongan Hidayatullah Medan dipimpin langsung Ketua Yayasan, Ustadz Isa Abdul Baary, S.Pd., didampingi Sekretaris Yayasan Ustadz Fahri Fathullah, M.A., Bendahara Yayasan Ustadz Faris Mulyadi, S.Pd., anggota Pembina Ustadz Khoirul Anam, S.Sos.I., serta Ketua Pengawas Ustadz Ali Ibrahim Akbar, M.Pd. Dari unsur perguruan tinggi turut hadir Wakil Ketua III STIQ Ash Shiddiq, Ustadzah Dini Zahara, S.Ag., bersama jajaran tata usaha kampus.
Kehadiran rombongan disambut Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Binus University Medan, Ince Ahmad Zarqan, B.Sc.IS., M.M. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif, ditandai dengan diskusi mengenai berbagai peluang sinergi antara lembaga pendidikan tinggi modern dan institusi pendidikan berbasis pesantren.
Selain menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, kunjungan tersebut juga diisi dengan peninjauan fasilitas kampus. Rombongan berkesempatan melihat secara langsung berbagai sarana pembelajaran yang tersedia, mulai dari ruang perkuliahan digital, ruang kreativitas mahasiswa, hingga fasilitas penunjang lainnya yang dirancang untuk mendukung proses pendidikan berbasis teknologi dan inovasi.
Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak menaruh perhatian pada penguatan kapasitas pesantren menghadapi perkembangan era digital. Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana kerja sama pelatihan digital marketing berbasis media sosial bagi unit-unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hidayatullah Medan, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi.
“Kami memandang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren sangat penting untuk memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat kemampuan institusi pendidikan menghadapi perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat,” ujar Isa Abdul Baary.
Selain penguatan literasi digital, pembahasan juga diarahkan pada program pelatihan manajemen koperasi dan pengembangan usaha ekonomi produktif. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat tata kelola usaha pesantren agar semakin profesional, berkelanjutan, dan mampu mendukung kemandirian lembaga.
Ince Ahmad Zarqan menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan kesiapan Binus University untuk membuka ruang kolaborasi yang memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan dan pengembangan masyarakat.
“Kampus harus menjadi mitra yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, termasuk pesantren. Karena itu, kami terbuka untuk membangun kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, inovasi, dan pemberdayaan,” katanya.
Pertemuan ini sekaligus menandai komitmen bersama untuk membangun sinergi antara nilai-nilai pendidikan Islam dan perkembangan teknologi modern. Melalui kerja sama yang sedang dijajaki, STIQ Ash Shiddiq dan Yayasan Hidayatullah Medan berharap dapat memperluas kontribusi pendidikan, memperkuat kemandirian ekonomi umat, serta menghadirkan model pengembangan lembaga yang adaptif terhadap tantangan masa depan. (nun/kho)





