+62 813-6069-8993

ashshiddiq@gmail.com

Hari Ini :

Mamdani dari New York Sebut Sedang Meninjau Penangkapan Netanyahu Selama Kunjungan ke Kota Tersebut

Khoirul Anam, S.Sos

Jul. 20, 2026

Mamdani sempat berjanji akan menangkap Netanyahu saat kampanye walikota dan kini mengaku sedang berkonsultasi dengan penasihat hukum kota.

Walikota New York City, Zohran Mamdani, menyatakan bahwa ia sedang berkonsultasi dengan otoritas kota mengenai kemungkinan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika ia mengunjungi kota tersebut untuk menghadiri Sidang Umum PBB (UNGA) pada bulan September.

Dalam sebuah wawancara dengan The New York Times (NYT) yang dirilis pada hari Sabtu, Mamdani menegaskan kembali pandangannya bahwa Netanyahu, yang menjadi target surat perintah penangkapan ICC atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza, harus diadili atas tindakan militer Israel di Gaza.

“Saya percaya bahwa Perdana Menteri Netanyahu seharusnya berada di Den Haag,” kata Mamdani kepada The Interview, sebuah acara yang diproduksi oleh NYT.

“Dia adalah penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional,” tambahnya. “Dan Anda akan mendapati bahwa opini tersebut dipegang oleh banyak orang, murni karena dampak dari tindakan-tindakannya selama beberapa tahun terakhir ini.”

Mamdani, seorang sosialis demokratis yang muncul sebagai pendukung vokal perjuangan Palestina, berjanji akan menangkap Netanyahu jika ia datang ke New York City selama masa kampanye walikotanya. Beberapa pihak sempat mempertanyakan kelayakan dari janji tersebut.

Walikota tersebut mengatakan bahwa ia sedang dalam “percakapan aktif” dengan departemen hukum kota mengenai apakah ia memiliki wewenang untuk menangkap Netanyahu, seandainya ia melakukan perjalanan ke New York.

“Apa pun yang diizinkan oleh hukum kepada saya di New York City, itulah yang akan kami lakukan, tetapi kami tidak akan membuat hukum kami sendiri untuk tujuan itu,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang desakan Mamdani untuk menangkapnya, Netanyahu mengatakan kepada tokoh radio Sid Rosenberg bahwa ia berpikir Mamdani secara diam-diam “membenci Amerika”.

Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, juga menegaskan bahwa Netanyahu akan tetap hadir dalam pertemuan Sidang Umum PBB di New York September ini, terlepas dari ancaman penangkapan tersebut.

Selama kampanyenya untuk posisi walikota, Mamdani sering menjadi sasaran cercaan dan hinaan Islamofobia. Rosenberg sempat melontarkan penghinaan terhadap calon walikota New York tersebut, sebelum akhirnya meminta maaf kemudian.

Terpilihnya Mamdani sebagai walikota dan seruannya yang terus berlanjut demi akuntabilitas terkait Netanyahu menunjukkan adanya pergeseran dramatis di antara para pemilih Demokrat yang mulai menjauh dari Israel.

Sebuah jajak pendapat pada bulan Mei menemukan bahwa hampir tiga perempat pemilih Demokrat menentang bantuan AS ke Israel, naik dari 45 persen pada tiga tahun lalu.

Hampir separuh dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa partai mereka terlalu mendukung Israel, yang tindakan militernya di Gaza telah disebut sebagai genosida oleh semakin banyak organisasi hak asasi manusia, pejabat internasional, dan akademisi.

Meskipun pergeseran tersebut belum mewujud menjadi perubahan kebijakan konkret di tingkat atas partai—yang masih mencakup para pendukung setia Israel—banyak politisi Demokrat perlahan-lahan mulai menyesuaikan posisi mereka.

Hampir separuh dari anggota Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat AS memberikan suara untuk menghentikan bantuan AS ke Israel awal pekan ini, sebuah tolok ukur dari perubahan politik seputar isu tersebut yang menurut para komentator tidak terbayangkan beberapa tahun lalu.

Sumber: Al Jazeera

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar